8 Alasan Perceraian Orang Beragama Islam Menurut Hukum

Perceraian dikatakan sah, jika perceraian tersebut dilakukan di muka pengadilan dalam hal ini Pengadilan Agama bagi masyarakat yang beragama Islam. Namun, untuk mengajukan gugatan cerai, maka harus ada alasan-alasan yang cukup menurut hukum agar gugatan cerai tersebut bisa dikabulkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama yang memeriksa perkara a quo.

Setidaknya ada delapan alasan perceraian sebagaimana diatur di dalam Pasal 166 Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam (Inpres No. 1/1991) jo. Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No. 1/1974 (PP No. 9/1975). Adapun sebagai berikut:

Pertama, salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan.

Kedua, salah satu pihak meninggalkan yang lain selama dua tahun berturut-turut tanpa izin pihak yang lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya.

Ketiga, salah satu pihak mendapat hukuman penjara lima tahun tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung.

Kempat, salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan terhadap pihak yang lain.

Kelima, salah satu pihak mendapat cacat badan atau, penyakit yang mengakibatkan tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri.

Keenam, antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah-tangga.

Ketujuh, suami melanggar taklik-talak.

Kedelapan, peralihan agama atau murtad yang menyebabkan terjadinya ketidakrukunan dalam rumah tangga.

Penulis: RA

Butuh konsultasi atau pengacara yang kompeten di bidang hukum keluarga?

Silahkan hubungi Kantor Hukum Rafa & Partners di:

Wa: 081365531099.

Website: https://rafa-law.com/

Email: info@rafa-law.com.

Kantor: Menara 165, Lantai 4, Jakarta Selatan.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Scroll to Top