Astra International Siap Rampungkan Akuisisi 50 Persen Saham Astra Aviva Life Menjelang Kuartal IV

“Jika berjalan sesuai rencana, Astra Life sepenuhnya akan dimiliki dan terkonsolidasi dengan perseroan”.

PT Astra International Tbk (ASII) melanjutkan proses akuisisi 50 persen saham PT Astra Aviva Life dari Aviva Plc dengan target penyelesaian kuartal IV-2020. Perseroan cenderung disiplin dalam pengeluaran, meskipun memiliki kas setara kas jumbo sebesar Rp42,12 Triliun per Juni 2020.  Head of Corporate Investor Relations Astra International, Tira Ardianti mengatakan, pihaknya belum dapat mengungkapkan nilai serta detil transaksi tersebut. Menurutnya, jika berjalan sesuai rencana, Astra Life sepenuhnya akan dimiliki dan terkonsolidasi dengan perseroan.

“Kalau sudah final pasti akan diinformasikan lebih lanjut,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/8).

Sebelumnya, manajemen Aviva Plc menyatakan, divestasi saham Astra Life tunduk pada kondisi tertentu. Ia menyebutkan, hal ini termasuk persetujuan regulator Indonesia serta tuntasnya penjualan saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) oleh Astra kepada Bangkok Bank Pcl. Menurutny, Aviva Plc telah memutuskan tidak memperpanjang investasinya di Indonesia.

Sebagai referensi, Astra Life membukukan aset sebesar Rp5,68 Triliun hingga semester I-2020, atau turun 3,56 persen, dibanding periode sama tahun lalu Rp5,89 Triliun. Sedangkan, pendapatan premi bersih mencapai Rp1,31 Triliun, menyusut 14,9 persen dari Rp1,54 Triliun. Per Juni 2020, Astra Life mampu mengurangi total beban 13,4 pesen menjadi Rp1,41 Triliun, dibanding periode sama tahun lalu Rp1,63 Triliun. Alhasil, perseroan mampu mengantongi total laba komprehensif Rp2,96 Miliar, berubah dari posisi rugi semester I-2019 Rp55,14 Miliar.

Adapun, pengeluaran perseroan yang direm karena pandemi Covid-19 tercermin dari belanja modal (capital expenditure/capex) 2020 dipangkas menjadi Rp10 Triliun, dari anggaran semula Rp20-21 Triliun. Hingga Juni 2020, penyerapan capex telah sekitar 38 persen. Baru-baru ini, Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro menjelaskan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan dana hasil divestasi Bank Permata untuk keperluan aksi akuisisi di masa mendatang.

“Seandainya ada peluang akuisisi yang baik, dan memberikan upside secara jangka panjang, kami tertarik,” jelasnya.

Djony mengungkapkan, penjualan saham Bank Permata kepada Bangkok Bank Pcl merupakan salah satu faktor yang membuat laba bersih Astra meningkat 16 persen secara tahunan menjadi Rp11,4 Triliun hingga semester I-2020.

SLTL

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Scroll to Top