Elnusa Emisi Sukuk Rp700 Miliar Untuk Modal Kerja

“Ternyata antusiasme investor terhadap Sukuk yang pertama kali diterbitkan perseroan ini direspons positif pasar. Hal ini tercermin dari kelebihan permintaan atau oversubscribed, meski di tengah kondisi yang tidak pasti akibat pandemi”.

PT Elnusa Tbk (ELSA) menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I tahap pertama senilai Rp700 Miliar. Sukuk berjangka waktu lima tahun ini menawarkan cicilan imbal hasil ijarah sebesar 9 persen per tahun.

Direktur Elnusa, Ali Mundakir mengatakan, Sukuk tahap pertama ini bagian dari total emisi yang ditargetkan perseroan maksimum Rp1,5 Triliun. Produk tersebut juga merupakan sukuk pertama yang diterbitkan perseroan. Dana hasil emisi ini akan digunakan untuk modal kerja serta pembelian aset peralatan jasa hulu migas dan pengembangan infrastruktur jasa hilir migas guna ekspansi usaha.

“Ternyata antusiasme investor terhadap Sukuk yang pertama kali diterbitkan perseroan ini direspons positif pasar. Hal ini tercermin dari kelebihan permintaan atau oversubscribed, meski di tengah kondisi yang tidak pasti akibat pandemi,” jelasnya usai pencatatan Sukuk di Bursa Efek Indonesia, Rabu (12/8).

Dalam aksi ini, Elnusa menunjuk Mandiri Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Indopremier Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas sebagai penjamin emisi. Sedangkan peringkat sukuk tersebut adalah AA-(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Perseroan menyebutkan cicilan imbalan Sukuk Ijarah ini dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi sesuai dengan tanggal pembayaran yang sudah dijadwalkan. Nantinya para pemegang Sukuk Ijarah ini mendapatkan pembayaran pertama pada 11 November 2020.

“Kami yakin Sukuk Ijarah ini akan memberikan tambahan kekuatan pendanaan bagi Elnusa dalam melakukan pengembangan bisnis untuk mencapai target pertumbuhan perusahaan yang direncanakan,” pungkasnya.

Hingga semester I-2020, emiten berkode saham ELSA ini mencatatkan laba bersih Rp130 Miliar atau terkoreksi 16 persen dari realisasi periode sama tahun sebelumnya Rp150 Miliar.

“Tidak mudah untuk tetap mencatatkan pertumbuhan laba bersih di tengah kondisi makro yang kurang menentu saat ini. Namun, kami tetap mencatatkan hasil kinerja positif yang ditargetkan terjaga hingga akhir tahun,” imbuh Hery.

 

SLTL

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Scroll to Top