Gelar RUPST, Charoen Pokphand Indonesia Akan Bagikan Dividen Senilai Rp1,32 Triliun

Rencananya, pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 16 September 2020. Sementara, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 2 September 2020. Cum dividen di pasar tunai akan dilakukan pada 4 September 2020

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) akan membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp1,32 Triliun atau sebesar 36,54 persen dari laba bersih tahun 2019 yang mencapai Rp3,63 Triliun. Setiap satu saham berhak untuk mendapatkan dividen Rp 81 per unit. Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 25 Agustus 2020, perseroan menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2019 untuk dibagikan sebagai dividen tunai.

Rencananya, pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 16 September 2020. Sementara, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 2 September 2020. Cum dividen di pasar tunai akan dilakukan pada 4 September 2020. Sedanngkan ex dividen di pasar tunai akan dilakukan pada 7 September 2020. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Charoen Pokphand Indonesia Hadijanto Kartika mengatakan, perseroan memproyeksikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,5 Triliun hingga akhir tahun ini.

“Dengan porsi penggunaan lebih besar pada bisnis daging ayam olahan,” ujar Hadijanto dalam keterangan resmi perseroan, seperti dikutip BacaLaw.ID di Jakarta Jumat (28/8).

Hadijanto menambahkan, perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi daging ayam olahan dan memperkuat jaringan retail Prima Freshmart dengan kerja sama dengan operator transportasi online sebagai strategi perseroan dalam menjaga kinerjanya tahun ini. Katanya, selain itu, perseroan akan lebih memperhatikan strategi pemasaran sehingga distribusi produk kepada konsumen menjadi lancar dan cepat.

Hadijanto menyatakan, pihaknya optimistis kondisi usaha di kuartal III-2020 bisnis daging ayam olahan akan lebih baik.

“Seiring dengan kebijakan pemerintah yang selalu menegakkan protokol kesehatan namun tetap memperhatikan kondisi perekonomian,” pungkasnya.

Sebagai referensi, berdasarkan laporan keuangan perseroan, Charoen Pokphand Indonesia mencatatkan penjualan sebesar Rp27,60 Triliun hingga semester I-2020 atau turun 6,66 persen dari periode sama tahun lalu sebesar Rp29,57 Triliun. Laba bersih tercatat sebesar Rp1,65 Triliun, terkoreksi 4,06 persen dari sebelumnya sebesar Rp1,72 Triliun pada semester I-2019. Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai sebesar Rp32 Triliun hingga Juni 2020 atau meningkat 9,02 persen dibanding total aset pada akhir Desember 2019 sebanyak Rp29,35 Triliun. Total aset terdiri atas aset lancar sebesar Rp15,21 Triliun dan aset tak lancar sebesar Rp16,79 Triliun.

SLTL

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Scroll to Top