Kalbe Farma Pertimbangkan IPO Anak Perusahaan Sanghiang Perkasa dengan Target Dana US$500 Juta

Kalbe Farma telah menunjuk penasihat untuk membantu rencana penjualan saham perdana Sanghiang Perkasa, perusahaan yang bergerak di bisnis nutrisi tersebut.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dikabarkan tengah mempertimbangkan rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham anak usahanya yaitu PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Nutritionals). Adapun target dana dari aksi korporasi itu diperkirakan sekitar US$500 Juta. Kalbe Farma telah menunjuk penasihat untuk membantu rencana penjualan saham perdana Sanghiang Perkasa, perusahaan yang bergerak di bisnis nutrisi tersebut. Rencana IPO ditargetkan terlaksana paling cepat tahun ini.

“Pertimbangan penjualan saham sedang berlangsung dan detail penawaran masih bisa berubah-ubah,” kata sumber yang dikutip Bloomberg, Senin (24/8).

Jika rencana itu dieksekusi tahun ini, maka akan menjadi IPO terbesar setidaknya dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Sebelumnya, rekor IPO terbesar masih dipegang oleh PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) yang menghimpun dana Rp5,16 Triliun.

Sebagai informasi, Sanghiang Perkasa didirikan pada 1982. Kalbe mengakuisisi dan melakukan konsolidasi bisnis nutrisi ke Sanghiang Perkasa pada 1993. Per 30 Juni, Kalbe menguasai 100 persen saham Sanghiang Perkasa dengan total aset sebelum eliminasi senilai Rp3,66 Triliun.

Direktur Utama Kalbe Farma, Vidjongtius mengatakan, dalam pengembangan bisnis ke depan, perseroan selalu menjajaki ekspansi bisnis melalui berbagai kesempatan. Ia mengungkapkan, strategi perseroan adalah kolaborasi dalam joint venture dan pencarian dana dari pasar modal maupun pinjaman bank.

“Dan, itu untuk semua divisi seperti pharma untuk vaksin dan nutrisi untuk produk pengobatan preventif, serta divisi alat-alat kesehatan dan herbal,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/8).

Hingga semester I-2020, perseroan telah menghabiskan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp596 Miliar. Adapun sebagian besar dana tersebut digunakan untuk menyelesaikan relokasi pabrik Bintang Toedjoe dan Saka Farma ke Cikarang. Penggunaan capex juga dialokasikan untuk pembangunan gudang Enseval Putera Mega Trading dan Global Chemindo Megatrading.

 

SLTL

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Scroll to Top