Konversi Utang Jadi Saham, Forzaland Indonesia Siap Lakukan Private Placement

Untuk merealisasikan konversi utang melalui aksi penempatan saham secara terbatas itu, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham pada 22 September mendatang.

PT Forzaland Indonesia Tbk (FORZ) berencana mengonversi utang senilai Rp151,66 Miliar menjadi kepemilikan saham melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PHTHMETD) atau private placement. Untuk merealisasikan konversi utang melalui aksi penempatan saham secara terbatas itu, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham pada 22 September mendatang. Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan Forzaland Indonesia pada akhir pekan lalu, perseroan memiliki utang kepada PT Forza Indonesia dan PT Maja Shafira senilai Rp151,66 Miliar, dengan rincian Rp42,87 Miliar kepada Forza Indonesia dan Rp109,18 Miliar kepada Maja Shafira.

Utang ini akan dikonversi lewat skema private placement dengan harga pelaksanaan Rp25 per saham, sehingga total saham baru yang akan diterbitkan mencapai 6,06 Miliar unit saham biasa atau 75,36% setelah utang dikonversi. Konversi utang dilakukan karena perseroan mengalami kesulitan mendapatkan pendanaan baru. Terlebih di tengah perlambatan ekonomi saat ini, perseroan terhambat menjual unit baru apartemen dan mengembangkan aset apartemen yang dimilikinya.

Apalagi pada 2019, harga properti mengalami penurunan permintaan yang signifikan. Itu makin berdampak negatif terhadap kinerja keuangan dan arus kas perseroan. Perseroan tetap melakukan berbagai upaya untuk mencari pendanaan baru guna menyelesaikan unit apartemen One Casablanca atau One-C. Salah satu upaya itu adalah mencari mitra strategis baru yang sejalan dengan misi perseroan. Namun, akibat terganggunya arus kas, perseroan belum dapat melakukan serah terima apartemen yang dibangunnya. Kondisi ini mengakibatkan adanya permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) oleh salah satu krediturnya, Mohamad Soleh Faila. Pengadilan telah mengabulkan permohonan PKPU tersebut. Sehubungan belum terjadinya kesepakatan antara perseroan dan kreditur, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan permohonan PKPU tetap.

Dengan dilakukannya konversi utang melalui private placement, menurut manajemen Forzaland Indonesia, struktur permodalan perseroan diharapkan dapat diperbaiki. Ekuitas perseroan bisa meningkat 52,41persen dari sebelumnya Rp291,9 Miliar menjadi Rp444,89 Miliar. Upaya itu juga bisa menaikkan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) menjadi 0,34 kali. Konversi utang juga akan memperbaiki kinerja keuangan perseroan di masa mendatang. Selain itu, perseroan bisa lebih gencar berekspansi karena memiliki permodalan yang cukup.

Setelah konversi utang, struktur permodalan perseroan akan mengalami perubahan. Saat ini, Forza Indonesia memiliki 14,76 persen saham Seri A di Forza Land, diikuti BP2S SG/BNP Paribas Singapore sebesar 6,77 persen, Freddy Setiawan 15,56 persen, Reksa Dana Narada Saham Indonesia 8,21 persen, United Overseas Bank Nominees (Private) Limited 5,04 persen, dan masyarakat 49,67 persen. Forza Indonesia akan memiliki 3,64 persen saham Seri A di Forza Indonesia, BP2S SG/BNP Paribas Singapore 1,67 persen, Freddy Setiawan 3,83 persen, Reksa Dana Narada Saham Indonesia 2,02 persen, United Overseas Bank Nominees (Private) Limited 1,24 persen, dan masyarakat 12,24 persen. Selain itu, Forza Indonesia dan Maja Shafira akan memiliki masing-masing 21,11 persen dan 54,25 persen saham Seri B di Forza Land.

 

SLTL

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Scroll to Top