Mayora Indah Akan Terbitkan Obligasi Senilai Rp500 Miliar

“Surat utang ini diterbiktan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah pokok obligasi”.

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2020 sebanyak Rp500 miliar. Surat utang ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II yang ditargetkan mencapai Rp2 Triliun.

Berdasarkan prospektus Mayora Indah, PUB II tahap I ini akan diterbitkan dalam empat seri, yakni Seri A dengan tenor 370 hari, Seri B memiliki tenor 4 tahun, Seri C dengan jangka waktu 5 tahun, dan Seri D berjangka waktu 7 tahun. Untuk tingkat bunga tetap dan jumlah pokok obligasi dari masing-masing seri belum disebutkan.

“Surat utang ini diterbiktan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah pokok obligasi. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi,” tulis manajemen perseroan dalam keterangan resmi baru-baru ini.

Perseroan juga menyebutkan bahwa pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 9 Desember 2020 dan pembayaran obligasi secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo, yaitu tanggal 19 September 2021, untuk Seri A, 9 September 2023 untuk Seri B, 9 September 2025 untuk Seri C dan 9 September 2027 untuk Seri D. Selain itu, minimum pemesana pembelian dari obligasi ini sejumlah Rp 5 juta. Manajemen perseroan menambahkan, seluruh dana yang diperoleh dari hasil PUB ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan untuk memberikan pinjaman kepada anak usaha, yakni PT Torabika Eka Semesta (TES) yang akan dipakai sebagai pembiayaan modal kerja.

“Modal kerja tersebut akan digunakan untuk kegiatan operasional TES, seperti biaya produksi, yang meliputi antara lain pembelian bahan baku, bahan pembungkus dan pembayaran biaya operasional lainnya yang dapat timbul,” jelas manajemen perseroan.

Masa penawaran awal surat utang ini dimulai dari 14 Agustus sampai dengan 25 Agustus 2020. Kemudian, perkiraan tanggal efektif pada 31 Agustus 2020. Perkiraan masa penawaran umum akan dilaksankana pada 2-4 September 2020 dan surat utang ini diproyeksikan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 September 2020. Untuk melancarkan penerbitan obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2020 ini, perseroan menunjuk PT IndoPremier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT RHB Sekuritas Indonesia bertindah sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi, dan yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Kinerja Keuangan Sepanjang semester I-2020, perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp938,47 Miliar atau naik 16,22 persen, dibandingkan dengan perolehan di periode sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp807,48 Miliar. Namun demikian, perseroan mencatatkan penurunan penjualan bersih mencapai 8,05 persen menjadi Rp11,08 Triliun, dibandingkan dengan peroleh di semester I-2019 yang memperoleh sebanyak Rp12,05 triliun.

Aset perseroan juga turun menjadi Rp18,35 Triliun hingga Juni 2020, dibandingkan dengan periode 31 Desember 2019 sebanyak Rp19,03 Triliun. Total liabilitas juga menurun menjadi Rp7,48 Triliun dari semula Rp9,13 Triliun dan total ekuitas naik menjadi Rp 10,86 Triliun dari sebelumnya Rp9,89 Triliun.

 

SLTL

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Scroll to Top