Medikaloka Hermina Pangkas Target Emisi Obligasi Menjadi Rp446,5 Miliar

Yang mana target semula emisi obligasi yaitu Rp600 Miliar.

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) memangkas turun target perolehan dana emisi obligasi tahap I menjadi Rp446,5 Miliar dibandingkan target semula Rp600 Miliar. Surat utang tersebut bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) Obligasi Medikaloka Hermina dengan total Rp1 Triliun.

Direktur Medikaloka, Hermina Aristo Sungkono Setiawidjaja mengatakan, pemangkasan target menjadi Rp446,5 Miliar didasarkan permintaan yang masuk dari investor selama masa penawaran. Adapun dana hasil obligasi ini akan digunakan untuk peningkatan kapasitas rumah sakit sebanyak 40 persen, kemudian sejumlah 25 persen untuk pembelian peralatan umum dan medis, serta sisanya sebagai modal kerja perseroan maupun entitas anak usaha dengan bunga 12,5 persen per tahun.

“Obligasi tahap I ini ditawarkan dalam dua seri, yakni seri A Rp425,5 Miliar dengan kupon 8 persen dan tenor 3 tahun dan seri B Rp21 Miliar dengan kupon 8,50 persen beserta tenor lima tahun,” jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/9).

Sebagai informasi, perseroan sebelumnya telah menunjuk penjamin pelaksana emisi obligasi tersebut, yaitu DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Mandiri Sekuritas, dan Maybank Kim Eng Sekuritas. Sedangkan ,PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bertindak sebagai wali amanat. Obligasi ini pun telah mendapatkan peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Hermina sebelumnya telah menggelar penawaran awal atau bookbuilding obligasi tersebut pada 14-25 Agustus 2020. Kemudian, penjatahan akan dilakukan Medikaloka pada 4 September 2020 dengan perkiraan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 September 2020 mendatang.

Hingga semester pertama 2020, perseroan membukukan pendapatan sebanyak Rp1,73 Triliun, turun tipis 3,35 persen dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp1,78 Triliun. Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp990,61 Miliar, sehingga laba kotor perseroan terpangkas 10,09 persen atau setara dengan Rp741,55 Miliar.

Medikaloka juga mendapatkan pemasukan tambahan dari penghasilan keuangan lain-lain sebanyak Rp30,28 Miliar, padahal sebelumnya segmen ini hanya menyumbang Rp10,04 Miliar. Dengan berbagai faktor tersebut hingga akhir Juni 2020, perseroan membukukan laba usaha sebanyak Rp236,10 Miliar.

Penurunan pendapatan berimbas terhadap laba bersih periode berjalan turun menjadi Rp134,25 Miliar, dibandingkan semester I-2019 mencapai Rp162,58 Miliar. Kendati demikian, perseroan tetap optimis mencatatkan pertumbuhan dengan terus berfokus pada peningkatan pelayanan dan pelebaran jaringan rumah sakit tahun ini. Sejalan dengan pembukaan dua rumah sakit baru yang berlokasi di Karawang dan Manado. Perseroan juga berniat kembali membuka dua rumah sakit baru salah satunya yang berlokasi di Tangerang.

 

SLTL

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Scroll to Top