Meski Alami Kendala, Pengamat Energi Optimis Target Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari Tercapai

Meski Alami Kendala, Pengamat Energi Optimis Target Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari Tercapai

Jember, Rafa-Law.com – Sektor industri energi migas menjadi salah satu andalan utama pendapatan negara terutama terhadap PDB nasional dan besarnya penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari sektor migas.

“Industri energi migas berkontribusi langsung bagi perekonomian nasional. Karena setiap tahun, sektor migas menyumbang PNBP sekitar Rp 86 triliun per tahun atau sekitar 25 persen dari seluruh PNBP nasional,” kata Moch. Eksan Pengamat Energi dalam salah satu kegiatan webinar bertajuk “Memperkuat Industri Migas dalam Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Melalui Produksi Satu Juta Barel” Senin, (28/3).

Karena itu menurut mantan anggota DPRD Provinsi Jatim tersebut, negara dalam hal ini pemerintah harus memaksimalkan pendapatan yang bersumber dari sektor industri migas salah satunya dengan memperkuat dan memudahkan sektor industri migas dalam hal perizinan sehingga membuka peluang investasi semakin besar di sektor hulu migas.

“Untuk membuka peluang investasi tentu proses perizinan harus dipermudah, ini cara memperkuat sektor migas sehingga bisa mencapai target produksi 1 juta barel,” urainya.

Di sisi lain kata Eksan juga dibutuhkan penyempurnaan regulasi serta penguatan sinergi dan pengawasan dalam rangka target satu juta barel tercapai sehingga penerimaan negara yang bersumber dari sektor migas meningkat signifikan.

“Sektor migas ini sangat potensial dan kontribusinya jelas sehingga harus diperkuat di antaranya melalui penyempurnaan regulasi, saya optimis itu tercapai target 1 juta barel per hari,” ujar Eksan.

Lebih lanjut Eksan memaparkan secara detail pendapatan negara yang bersumber dari sektor migas. Hal itu berdasarkan laporan Nota Keuangan beserta APBN Tahun Anggaran 2021 Kementerian Keuangan dimana perkembangan pendapatan SDA migas selama periode 2016-2020 mengalami pergerakan yang cukup dinamis.

“Tren pendapatan SDA migas mengikuti pola tren Indonesia Crude Price (ICP), sehingga saat ICP mencapai titik tertinggi selama periode tersebut, maka pendapatan SDA juga mencapai puncaknya pada saat yang sama. Pada 2018, ICP mencapai titik tertingginya sebesar 67,5 dollar AS per barel, demikian juga dengan pendapatan SDA migas yang mencapai puncaknya Rp 142,79 triliun. Pendapatan SDA migas tahun 2020 sebagaimana ditetapkan di dalam Perpres 72 tahun 2020 diperkirakan mencapai Rp 53,29 triliun,” papar Eksan.

Dengan demikian kata Eksan, rata-rata pertumbuhan SDA migas mengalami tren positif dalam periode 2016-2020 sebesar 10,0 persen per tahun.

“Pendapatan SDA migas dalam APBN tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp 74.99 triliun, terdiri atas pendapatan minyak bumi sebesar Rp 57,93 triliun dan pendapatan gas bumi sebesar Rp 17,06 triliun,” ungkapnya.

Reporter : Andi Faisal | Editor : Muhlis Arifin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Scroll to Top