Perkuat Struktur Permodalan, Buana Lintas Lautan Siap Lakukan Private Placement

“Private placement sebanyak-banyaknya 10 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan mengestimasikan akan mendapat dana sebesar Rp118 Miliar dari aksi korporasi ini”.

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) berencana melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak-banyaknya 10 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan mengestimasikan akan mendapat dana sebesar Rp118 Miliar dari aksi korporasi ini.

Manajemen Buana Lintas Lautan mengatakan, akan melepas sebanyak-banyaknya 1,18 miliar saham. Adapun langkah ini dilakukan dalam rangka memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan jumlah saham yang beredar yang secara tidak langsung meningkatkan likuiditas perdagangan atas saham BULL.

“Dengan menggunakan asumsi-asumsi seperti, total saham yang akan diterbitkan oleh perseroan maksimal adalah sebanyak 1,18 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham, maka modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMTHMETD akan meningkat sebesar Rp118,51 Miliar,” jelas manajemen Buana Lintas Lautan dalam keterangan resminya, Selasa (8/9).

Menurut manajemen perseroan, dengan peningkatan modal tersebut, rasio pinjaman terhadap ekuitas akan membaik dan memberikan ruang kepada perseroan untuk mengembangkan armadanya lebih besar lagi dengan kombinasi struktur pendanaan yang lebih bervariasi.

Manajemen menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada ekonomi Indonesia, perseroan masih membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 98 juta dan laba bersih sebesar US$ 32,2 juta sepanjang semester I-2020 atau 3,3 kali lebih besar dari periode yang sama tahun 2019. Hal ini membuktikan bahwa perseroan dapat memanfaatkan kondisi dan peluang dan meningkatkan kinerjanya dari tahun ke tahun.

“Mengingat pertumbuhan dan kinerja perseroan yang positif dari tahun ke tahun, perseroan menimbang bahwa memperkuat struktur permodalan dan keuangan dalam kegiatan berusahanya adalah salah satu hal yang penting untuk dilakukan,” ujarnya.

Kendati demikian, aksi korporasi ini baru akan dilaksanakan setelah meminta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang baru akan digelar pada 15 Oktober 2020 mendatang. Rencananya, private placement akan dilaksanakan secara bertahap ataupun sekaligus dalam jangka waktu dua tahun terhitung sejak tanggal persetujuan RUPSLB yang menyetujui PMTHMETD ini. Di sisi lain, private placement akan mengakibatkan jumlah saham yang dikeluarkan perseroan bertambah dan persentase kepemilikan saham masing-masing pemegang saham perseroan akan mengalami penurunan atau dilusi sebesar 9,09 persen. “Walaupun demikian, jumlah saham yang dimiliki oleh Pemegang Saham sebelum dan sesudah penerbitan saham baru tidak mengalami perubahan. Dilusi yang akan dialami pemegang saham relatif kecil dan tidak merugikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, penetapan harga pelaksanaan saham private placement minimal 90 persen dari rata-rata harga penutupan perdagangan saham perseroan di Pasar Reguler BEI selama kurun waktu 25 hari Bursa berturut-turut sebelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan hasil PMTHMETD.

SLTL

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Scroll to Top