Sahkah Menurut Hukum Apabila Pengucapan Ikrar Talak Tanpa Melalui Proses Pengadilan?

Permasalahan rumah tangga antara suami istri yang terjadi secara terus menerus akhirnya mencapai titik puncak. Seringkali, dalam keadaan marah yang tidak mampu lagi dikontrol, seorang suami mengucapkan talak kepada isterinya. Lantas, apakah sah menurut hukum positif terkait talak yang diucapkan oleh suami tersebut tanpa melalui proses pengadilan, yang mana dalam hal ini Pengadilan Agama?

Berdasarkan Pasal 38 Undang-Undang Perkawinan disebutkan bahwa, “Putusnya ikatan perkawinan antara suami-istri disebabkan karena kematian, perceraian, dan keputusan pengadilan”.

Sedangkan, menurut Pasal 114 Kompilasi Hukum Islam (KHI) menegaskan, “Putusnya perkawinan yang disebabkan karena perceraian dapat terjadi karena talak atau berdasarkan gugatan cerai”.

Adapun pengertian talak menurut Pasal 117 KHI ialah, “Ikrar suami di hadapan sidang Pengadilan Agama yang menjadi salah satu sebab putusnya perkawinan”.

Apabila seorang suami hendak menjatuhkan talak kepada isterinya, maka menurut hukum positif, suami wajib mengucapkan ikrar talak itu lewat Pengadilan. Dalam hal ini, suami harus mengajukan terlebih dahulu gugatan cerai talak di Pengadilan Agama. Pengucapan ikrar talak di depan persidangan akan memutuskan perkawinan secara sah sesuai hukum formal. Sehingga, dengan demikian maka terbitlah akta cerai sebagai bukti telah terputusnya perkawinan tersebut.

Penulis: SA

Ingin mengajukan pertanyaan mengenai permasalahan hukum keluarga yang tengah Anda hadapi? Kami siap membantu Anda dengan memberikan konsultasi secara GRATIS.

Silahkan hubungi Kantor Hukum Rafa & Partners di:

Wa: 081365531099.

Website: https://rafa-law.com/

Email: info@rafa-law.com.

Kantor: Menara 165, Lantai 4, Jakarta Selatan.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Scroll to Top