Tata Cara dan Syarat Pengajuan Cerai Gugat di Pengadilan Agama

Cerai gugat adalah perceraian yang diajukan oleh isteri sebagai Penggugat terhadap suami sebagai Tergugat. Di dalam UU Perkawinan Pasal 39 ayat (1) menyebutkan, “Perceraian bagi pasangan yang beragama Islam hanya dapat dilakukan di depan Sidang Pengadilan Agama setelah yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan (mediasi) kedua belah pihak”.

Dalam hal istri sebagai Penggugat, maka perceraian diajukan di wilayah Pengadilan Agama sebagai berikut:

Pertama, gugatan perceraian dilakukan oleh istri kepada Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman Penggugat (istri), kecuali apabila Penggugat dengan sengaja meninggalkan tempat kediaman bersama tanpa izin Tergugat.

Jadi, misal Istri bertempat tinggal wilayah Pengadilan Agama Jakarta Selatan melakukan gugatan cerai terhadap suami yang bertempat tinggal di wilayah Pengadilan Agama Kota Bandung, maka gugatan dilakukan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan sesuai dengan domisili Istri.

Kedua, dalam hal Penggugat bertempat tinggal di luar negeri, maka gugatan perceraian diajukan kepada Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi kediaman Tergugat.

Ketiga, dalam hal Penggugat dan Tergugat bertempat tinggal di luar negeri, maka permohonan diajukan kepada Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat perkawinan mereka dilangsungkan atau kepada Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

Dalam pengajuan gugatan cerai tersebut, istri sebagai pihak Penggugat harus menyiapkan beberapa dokumen persyaratan berikut:

1. KTP Penggugat dan fotokopinya yang telah dimaterai dan dilegalisir di Kantor Pos. 

Jika alamat KTP tidak sesuai dengan domisili, maka Penggugat harus meminta terlebih dahulu surat keterangan domisili dari  Kelurahan setempat.

2. Buku Nikah dan fotokopinya yang telah dimaterai dan dilegalisir di Kantor Pos.

3. Akta Kelahiran Anak dan fotokopinya yang telah dimaterai dan dilegalisir di Kantor Pos.

4. Kartu Keluarga dan fotokopinya yang telah dimaterai dan dilegalisir di Kantor Pos.

5. Surat Gugatan

Hal lain yang harus diingat, Anda perlu mempertimbangkan untuk menggunakan jasa Pengacara sebagai kuasa hukum selama proses sidang perceraian yang biasanya membutuhkan waktu 3-6 bulan. Kehadiran seorang Pengacara bisa membantu Anda untuk memperjuangkan hak-hak dari seorang wanita yang bercerai dari suaminya, mulai dari hak asuh anak, harta gono gini, dan lain lain yang harus diperjuangkan.

Berkaitan dengan gugatan cerai yang ingin diajukan, kami tetap menyarankan agar suami istri untuk mengupayakan perdamaian terlebih dahulu sebelum memutuskan bercerai. Hendaknya perceraian menjadi upaya terakhir bagi suami dan istri, mengingat perbuatan tersebut tidak disukai oleh Allah SWT serta akibat dari perceraian itu sendiri yang tidak mudah untuk dijalankan, termasuk diantaranya adalah terkait psikologis, penghasilan dan hak asuh anak.

Penulis: SA

Ingin mengajukan pertanyaan mengenai permasalahan hukum keluarga yang tengah Anda hadapi? Kami siap membantu Anda dengan memberikan konsultasi secara GRATIS.

Silahkan hubungi Kantor Hukum Rafa & Partners di:

Wa: 081365531099.

Website: https://rafa-law.com/

Email: info@rafa-law.com.

Kantor: Menara 165, Lantai 4, Jakarta Selatan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Scroll to Top