Tindak Lanjuti Putusan PKPU, Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama Siapkan Proposal Perdamaian Kepada para Anggota dan Kreditur

Langkah perdamaian dengan anggota dan kreditor menurutnya bisa ditempuh dengan melakukan restrukturisasi atas kewajiban KSP SB.

Pengurus Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP SB) tengah mengajukan proposal perdamaian kepada para anggota, kreditur maupun para stakeholder lainnya seiring putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada (24/8) lalu yang menaytakan KSP SB dalam keadaan PKPU. Pengurus KSP SB, Iwan Setiawan mengatakan, saat ini pihaknya tengah berupaya mencukupi kebutuhan likuiditas dalam rangka menyelesaikan kewajiban kepada para anggota maupun kreditor.

“Kami terus berupaya mencari likuiditas dengan menjual aset, mencari pinjaman pihak ketiga maupun investor baik individual maupun institusi,” ujarnya dalam press release yang digelar secara virtual dari Bogor, Jumat (28/8).

Iwan meniturkan, langkah perdamaian dengan anggota dan kreditor menurutnya bisa ditempuh dengan melakukan restrukturisasi atas kewajiban KSP SB. Katanya, hal ini akan membuat bisnis KSP bisa terus berjalan, sehingga penyelesaian kewajiban dapat lebih cepat diselesaikan.

“Apalagi prospek dan potensi bisnis KSP SB masih sangat menjanjikan. Masalah likuditas yang membuat tertundanya kewajiban disebabkan karena dampak pandemi Covid-19. Kondisi ekonomi yang sulit membuat tagihan kami kepada nasabah (debitur) tidak berjalan normal sementara biaya operasional terus berjalan,” imbuhnya.

Iwan menjelaskan, saat ini KSP SB tengah mendata jumlah anggota dan kreditor serta jumlah kewajiban yang harus diselesaikan. Dikatakan Iwan, restrukturisasi ini penting karena koperasi memerlukan penyesuaian untuk tetap dapat mempertahankan berjalannya usaha KSP-SB yang sudah berjalan hampir 17 tahun dan telah terbukti dapat melewati krisis ekonomi 2008.

“Kami juga tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian dalam melakukan penyaluran pinjaman untuk menghindari pinjaman macet, sehingga pinjaman dapat tertagih dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kuasa Hukum KSP SB, Suhatan Nasution mengatakan, bersama Pengurus dan Pengawas pihaknya telah berupaya secara maksimal agar putusan PKPU tidak terjadi, namun katanya hakim memutuskan berbeda.

“Selama proses persidangan di Pengadilan, mulai dari perkara PKPU ke-1, perkara PKPU ke-2, perkara PKPU ke-3, dan seterusnya, kami selalu berjuang agar hal ini tidak terjadi,” urainya. Terkait pemenuhan kewajiban, menurutnya pihaknya sudah berusaha dan bekerja dengan berbagai cara untuk mencari dana likuiditas baik dengan cara menjual aset-aset yang dimiliki, mengajukan pinjaman kepada lembaga-lembaga keuangan, mencari investor baik perorangan maupun institusi.

“Namun usaha kami tersebut belum menghasilkan likuiditas yang mencukupi sehingga belum memuaskan anggota maupun mitra yang bekerjasama dan akhirnya Majelis Hakim memutuskan KSP-SB dalam status PKPU untuk paling lama 45 hari terhitung sejak tanggal putusan. Atas situasi tersebut, kami selaku Pengawas dan Pengurus menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota, karyawan kantor pusat, karyawan kantor cabang, serta seluruh mitra,” ujarnya.

Ia mengatakan, lebih jauh Pengawas dan Pengurus KSP-SB berkomitmen akan sepenuhnya tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku dan bersikap kooperatif dalam menjalani seluruh proses PKPU.

“Tim Pengurus PKPU telah mendatangi kami Pengurus dan Pengawas di Bogor pada 25 Agustus 2020 dan telah memberikan penjelasan bahwa PKPU bukan merupakan rintangan bagi KSP-SB untuk tetap beroperasi sebagaimana biasanya. Tidak ada hal-hal signifikan yang berbeda antara sebelum dan setelah keadaan PKPU,” urainya.

Sebagai informasi, KSP-SB telah berjalan selama 16 tahun dan selama beroperasi koperasi ini tidak pernah tercatat mengecewakan para stakeholdernya, baik anggota, karyawan maupun pihak-pihak lain yang telah bekerjasama. KSP-SB juga adalah koperasi yang telah memiliki berbagai penghargaan diantaranya: tahun 2011 dalam ajang microfinance award, sebagai koperasi berprestasi dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. Tahun 2012, berdasarkan buku 100 Koperasi Besar Koperasi Indonesia yang diterbitkan majalah Peluang dan Info Pasar KSP-SB menduduki posisi nomor sepuluh untuk seluruh jenis Koperasi dan nomor satu untuk koperasi jenis serba usaha. Kemudian, tahun 2017 KSP-SB menerima Penghargaan sebagai Koperasi Skala Besar Nasional Tahun 2017 dengan Teknologi Informasi/IT Terbaik, dari Kemenkop dan UKM. Bahkan, secara pribasi Ketua Pengurus KSP-SB sendiri diberikan anugrah Bhakti Koperasi Koperasi pada tahun 2016 dan Stya Lencana Wirakarya Koperasi pada tahun 2018.

 

SLTL

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Scroll to Top