Tower Bersama Infrastrutcture Akan Terbitkan Obligasi Senilai Rp700 Miliar

“Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah pokok oblligasi dan diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat jumbo obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti utang untuk kepentingan pemegang obligasi melalui pemegang rekening”.

PT Tower Bersama Infrastrutcture Tbk (TBIG) akan menawarkan obligasi berkelanjutan IV tahap I tahun 2020 dengan jumlah pokok sebesar Rp700 Miliar. Surat utang ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV obligasi dengan total target dana Rp7 Triliun. Berdasarkan prospektus Tower Bersama Infrastrutcture, perseroan akan menerbiktkan dua seri obligasi, yakni Seri A dengan tenor 370 hari dan Seri B berjangka waktu tiga tahun. Sedangkan untuk tingkat bunga tetap dan jumlah pokok obligasi dari masing-masing seri belum disebutkan.

“Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah pokok oblligasi dan diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat jumbo obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti utang untuk kepentingan pemegang obligasi melalui pemegang rekening,” tulis manajemen perseroan dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (18/8).

Sebagai informasi, bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan, dimana surat utang pertama akan dibayarkan pada 8 Desember 2020. Sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan obligasi akan dibayarkan pada 18 September 2021 untuk Seri A dan 8 September 2023 untuk Seri B. Kemudian, surat utang ini akan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan satuan perdagangan sebesar Rp 5 juta dan kelipatannya. Sementara itu, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran obligasi ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan akan digunakan untuk melunasi sebagian utang pokok obligasi berkelanjutan II tahap III.

“Obligasi berkelanjutan II tahap III memiliki jumlah pokok sebesar Rp700 Miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,4 persen per tahun dan akan jatuh tempo pada 19 September 2020,” ujar manajemen perseroan.

Masa penawaran awal surat utang ini mulai hari ini sampai dengan 26 Agustus 2020. Kemudian, perkiraan tanggal efektif pada 31 Agustus 2020. Perkiraan masa penawaran umum akan dilaksankana pada 2-3 September 2020 dan surat utang ini diproyeksikan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 September 2020. Sedangkan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ini adalah PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Indo Premier Sekuritas. Sedangkan yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Pertumbuhan Laba Sementara itu, sepanjang semester I-2020, perseroan membukukan peningkatan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 33,58 persen menjadi Rp510,48 Miliar, dibandingkan dengan peridoe sama tahun lalu Rp382,14 Miliar. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan sebanyak 13,2 persen menjadi Rp2,57 Triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai Rp2,27 Triliun. Sedangkan total aset perseroan hingga periode 30 Juni 2020 tumbuh menjadi Rp34 Triliun, dibandingkan dengan periode 31 Desember 2019 senilai Rp30 Triliun.

 

SLTL

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Scroll to Top